← Semua modul
Modul A · Upskilling JARGI & Regu HAR Proteksi ULTG · UIP3B Sumatera · 2026

Operasi, Pemulihan & Kinerja Proteksi

SOP, pelaporan gangguan, SI-DI-ARI, interlock, NSF, dan monitoring DC

9 modul ringkas dari materi refreshment 168 slide. Pilih bay pada busbar untuk membuka modul. Setelah selesai membaca, tandai modulnya, lalu uji pemahaman di Kartu Hafalan dan Kuis.

0 dari 9 modul selesai
Busbar materiBay kuning artinya modul sudah selesai
Modul 1 · Binhar Transmisi

SOP Operasi, Pemulihan & Komunikasi

INTI

Siapa yang boleh switching ditentukan level tegangan. Setelah trip, pemulihan selalu menunggu syarat teknis atau pernyataan aman dari UPT.

Siapa mengatur apa

DispatcherWewenang
UP2BPMT 150/70 kV penghantar & trafo, PMT incoming 20 kV, switching busbar (koordinasi SCC)
SCCPMT 500/275 kV dan IBT (bay IBT koordinasi UP2B)
UP2DPMT penyulang 20 kV

Alur lapor gangguan: hitungan menit

SesaatDispatcher UP2BInstalasi + jam gangguan. Lewat Rakom, PLC, IP Phone. Bukan WA.
≤ 2 menitSPV GI+ relai & indikasi. PTT, HP, WA.
≤ 3 menitMULTG+ dampak ke GI. WA.
≤ 5 menitMUPT, M.UP2B+ beban padam. WA.

Penghantar 150 kV trip

Trip 1 sisi boleh langsung dipulihkan jika ketiganya terpenuhi:

  • Tegangan ujung 3 fasa rata, selisih ≤ 5 kV
  • Analisa DFR: petir
  • LDS: ada aktivitas petir

Trip 2 sisi atau penyebab bukan petir: tunggu pernyataan aman Manager ULTG / UPT.

Trafo & penyulang trip

  • Trafo: lepas semua penyulang, lapor UP2B & UP2D.
  • Relai internal (Diff, REF, Bucholz, Jansen, Sudden/Over Pressure, Fire) → UPT periksa dulu, masuk setelah dinyatakan aman.
  • Penyulang: UFR/OLS/UVLS → lapor UP2B. OCR/GFR → cukup UP2D.

Manuver paralel trafo

  1. Rack-in PMT kopel 20 kV
  2. Close PMT kopel 20 kV
  3. Open PMT incoming 20 kV
  4. Open PMT 150 kV trafo yang dipadamkan
  5. Open PMS bus bay trafo
  6. Close PMS ground incoming 20 kV

Sebelumnya: tegangan kedua trafo seimbang, AVR manual, checklist terisi, ulangi perintah dispatcher, tagging terpasang.

Pemulihan blackstart

  1. Inisiasi: unit blackstart menyalakan pembangkit besar, membentuk island
  2. Build-up: beban kritikal dipulihkan per blok kecil
  3. Ekspansi: koridor transmisi diberi tegangan + kendali reaktif
  4. Sinkronisasi: Δf ≤ 0,05 Hz · ΔV ≤ 2% · Δθ ≤ 20°
  5. Normalisasi

Defense scheme per parameter

Frekuensi: UFLS · OFGS · IslandArus: OLS · OGSTegangan: UVLSf + I: ADSI + V: PTL · OVTS

Ingat

  • Catat indikasi relai sebelum reset.
  • Komunikasi utama radio; cadangan IP Phone → HP → PTT.
  • Kondisi darurat berbahaya: operator boleh bebaskan tegangan dulu, lapor kemudian.
Modul 2 · Renev

Pelaporan Gangguan

INTI

Eviden masuk WA group dalam 5–10 menit. Surat resmi declare dikirim dalam 1×24 jam.

PelaporYang dikirimBatas
TL JARGIFoto indikasi relai, annunciator/HMI, relai lockout, urutan fasa< 5 mnt
TL HAR PMOFoto TWS< 5 mnt
TL HAR PMODFR 2 sisi, analisa gangguan, double-ended< 10 mnt
TL HAR JARSuspect tower (FL relai, TWS, DE), LDS, instruksi PGP< 5 mnt
TL ASDIGLDS, tegakan kritis, tahanan pentanahan tower suspect< 5 mnt
MULTGDeclare gangguan + eviden, share laporan TL JARGI< 5 mnt
MULTGRencana tindak lanjut< 15 mnt
MULTGSurat resmi ke UP2B/Opsis, tembusan Sistrans + screenshot WA declare1×24 jam

Format laporan analisa

1 Kronologis2 Indikasi3 Dampak4 Investigasi & RTL5 Penyebab6 Kinerja proteksi: Sesuai / Tidak7 Penormalan

Kalimat declare

SALAH“…kami ijin untuk closed/stop durasi untuk pemeriksaan lanjutan.”
BENAR“…kami nyatakan PHT ini tidak siap operasi. Akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.”
Modul 3 · Binhar Transmisi

CBM Gardu Induk

INTI

Pemeliharaan ditentukan oleh kondisi aktual, bukan jadwal tetap. Target pengisian inspeksi IL1: 100% setiap hari.

LevelKondisiCaraPelaksana
IL1BerteganganPanca indera, metering sederhanaOperator GI
IL2BerteganganThermovisi, multimeter, thermo gunOperator / asisten SPV
IL3PadamPengujian shutdown lengkapHAR ULTG

Eskalasi anomali IL1 (CBM Legacy, terintegrasi SAP)

  1. Operator menginput formulir (AC/DC, GIS, kubikel, primer, switchgear, proteksi)
  2. TL Jargi cek lewat menu Preview → approve → lapor capaian harian ke UPT
  3. Anomali minor → diperbaiki di GI, direkap ke ULTG
  4. Tidak bisa di GI → ULTG periksa & rencanakan perbaikan
  5. Tidak bisa di ULTG → UPT (Renev/Enjiniring) rencanakan perbaikan & anggaran

Ingat

  • Evaluasi anomali yang hasilnya naik-turun antar inspeksi.
  • Aset baru diusulkan masuk daftar setelah 3 bulan operasi.
  • Thermovisi: IK-TRS-BOT-251 (Satir D600), -164 (Flir e60), -163 (Flir i50); acuan Kepdir 0520.
Modul 4 · Renev

Kepedulian terhadap Aset

INTI

Kerusakan bisa terdeteksi dini lewat thermovisi dan LCM. Beberapa peralatan punya titik lemah yang sudah diketahui.

Lightning Arrester

Diperiksa dengan thermovisi dan LCM (arus bocor), batas menurut SKDIR 0520 rev. 2024.

Lesson learned · 12 Apr 2023

Gradasi suhu di top LA: fasa S 28,4°C, fasa T 27,4°C. Selisih antar stack 2,3°C dan 1,8°C. Hasil bongkar: keping ZnO no. 37 rusak.

Kubikel PIX: karet OG

GITanggal gangguan
Tebing Tinggi17 Feb 2024
Tanjung Morawa3 Des 2023
Pekalongan15 Apr 2023
Kalianda23 Des 2022
Bangkinang31 Agu 2022

Ganti karetnya. Mekanisme kubikel saling interlock, jangan dipaksa dengan tenaga.

Dokumentasi lapangan

Ketuk foto untuk memperbesar. Foto dari materi refreshment.

PMT 150 kV per merek

MerekMasalah / tindakan
AEG, ABB FSAKurang pelumasan → lengket saat open/close
Alstom, ArevaIkuti rekomendasi pemeliharaan khusus (slide 71)
ABB BLKCek penghubung penggerak–pole; kencangkan baut pengunci jika kendur
Modul 5 · Binhar Proteksi

Kinerja Proteksi: SI, DI, ARI

INTI

SI = relai tidak trip salah. DI = relai trip benar. ARI = auto-reclose berhasil. Ketiganya dinyatakan dalam persen, makin tinggi makin baik.

PROTEKSI BENARMendeteksi gangguan dengan akurat, men-trip PMT sesuai filosofi, bekerja di dalam zonanya.
PROTEKSI SALAHTrip tanpa gangguan (false trip) · gagal mendeteksi gangguan nyata · PMT gagal membuka setelah perintah trip.

Security Index

SI = [1 − (n+m)/(n+m+s)] × 100

n = NSF · m = SFOZ (trip di luar zona) · s = operasi sukses

Dependability Index

DI = [1 − q/(q+s)] × 100

q = gangguan kritis · s = operasi sukses

Auto-Reclose Index

ARI = [1 − n/g] × 100

n = bay gagal reclose · g = gangguan di bay AR aktif

SI turun jika relai…

  • bekerja di luar zona proteksinya
  • bekerja tidak sesuai filosofi
  • anomali di peralatan sekunder (CT/VT)

ARI tidak menghitung

  • gangguan final trip
  • trip karena desain AR/try
  • trip karena synchro tidak terpenuhi
  • trip karena teleproteksi tidak terpenuhi

Acuan SPLN T7.001.2025, dilaporkan bulanan, aset ≥ 3 bulan operasi.

Karakteristik proteksi yang baik

KeandalanKeamananKecepatanSelektivitasEkonomisKonsistensi
Modul 6 · Binhar Proteksi

Interlock & Synchrocheck

INTI

Interlock mengizinkan operasi jika syarat terpenuhi (permissive) dan menolaknya jika tidak (blocking). Synchrocheck (ANSI 25) memastikan kedua sisi PMT sinkron sebelum close.

Empat lapis pengamanan

SOPprosedur tertulis
Operatortunjuk-sebut, ulang perintah
Interlockpermissive / blocking
Proteksilapis terakhir

Interlock bukan pengganti SOP. Alur: status peralatan → logika interlock → permissive/blocking → perintah operasi.

Urutan aman bay penghantar

CBOPEN dulu
→
DSbaru boleh dioperasikan
→
EStutup setelah DS terisolasi

Kebalikannya: ES harus OPEN sebelum CB boleh CLOSE.

Bay trafo 150/20 kV

PeralatanSyarat / prinsip
CB 150 kVClose jika DS benar, ES 20 kV open, permissive OK, kondisi trafo sesuai desain
DS 150 kVUntuk isolasi, bukan pemutus arus beban. CB closed → DS diblok
CB incoming 20 kVClose jika ES 20 kV open, CB 150 kV close, tidak ada backfeed
ES 20 kVTutup setelah bebas tegangan. ES closed → CB close diblok

Jenis interlock

MechanicalElectrical / hard-wireLogical (BCU, PLC, SAS, HMI)Key

Kendala umum

  • Wiring / kontak bantu rusak
  • Status indikasi ≠ kondisi aktual
  • Komunikasi IED/BCU/SCADA putus
  • Logic tak sesuai desain, bypass tak terkendali
  • Jarang diuji → hidden failure

Setting synchrocheck Sumatera

Beda sudut fasa15°batas maks 20°
Beda tegangan10%batas maks 10% Vn
Beda frekuensi0,17 Hzbatas maks 0,2 Hz

Jangan tertukar dengan syarat penyatuan island saat blackstart (0,05 Hz · 2% · 20°).

Modul 7 · Binhar Proteksi

Mitigasi NSF & SFOZ

INTI

Kebanyakan proteksi salah berawal dari rangkaian sekunder, setting, dan sistem DC, bukan dari gangguan sistem.

Kasus nyata dan pelajarannya

KasusPenyebabPelajaran
Pola AR distanceTPAR/BAR beda antara sisi sumber dan bebanSamakan pola AR kedua sisi
Micom P545, GI PandeanlamperSemut di housing → short modul binary input → tripTutup akses binatang ke panel
GFR trip pasca pemeliharaanCore CT 1200/1 tertukar dengan core 2000/1 (buspro)Verifikasi wiring CT sebelum normal
DC GI padamWiring bypass interlock MCB rectifier di COS terbalikRekomisioning COS
LCD Siemens 7SL87 tripLink E1 tidak stabilCek kualitas link teleproteksi
Diff trafo ABB trip (gangguan eksternal)Zero Sequence Filtering OFF, harusnya ONReview setting diff
SUTET Balaraja–Kembangan (DTT)AC & DC tercampur di panel PDM → DC ground → sinyal palsu ke TPPisahkan suplai, delay TP 20 ms

Akar masalah NSF

Binatang & sarangKabel terjepit / terkelupasTerminal kendurPanel bocor, lembabHeater mati / terlalu panasUmur (keropos)Human factor

Preventif

Tutup lubang, racun tikus, pest controlSungkup relai mekanik trafoSealant + lubang air keluarKencangkan terminal CT saat padamIjuk, bersihkan sarangSungkup manometer SF6Thermovisi sekunder CT

Foto temuan NSF

Foto mitigasi yang sudah dilakukan

Inisiatif pencegahan

  • Rekomisioning COS di GI dengan 2 sistem baterai
  • Remajakan relai lockout (86) dengan pickup DC < 60–70% Vnom
  • Uji kelurusan & kebenaran DTT teleproteksi
  • Pisahkan terminal + dan − relai mekanik trafo; uji alarm SF6 stage 2
  • Strategic spare (modul power supply, relai cadangan), EWS DC, review IK & JSA sebelum pekerjaan kritikal
Modul 8 · Binhar Transmisi

Asset Health Index (AHI)

INTI

Kesehatan aset dinilai dalam 5 level. Skor akhir diambil dari indikator yang paling buruk (MAX).

1Very Good> 10 tahun sebelum tindakan
3Good5–10 tahun
10Fair2–5 tahun, deteriorasi mulai
30Poor3–24 bulan
100Critical0–3 bulan, tindakan segera

Cara hitung (contoh trafo tenaga)

  1. Skor tiap indikator uji sesuai norma
  2. Kelompokkan per subsistem: bushing, dielektrik, active part, OLTC
  3. Ambil nilai MAX tiap subsistem
  4. Ambil MAX antar subsistem → skor AHI

Uji shutdown (IL3) trafo tenaga

SFRATahanan isolasiTan deltaRatioRdcKadar air kertasOLTCBucholzPRDIndikator suhuNGRArus eksitasiDPHV test

Peralatan lain dengan norma masing-masing: PMT, LA, PMS, CT, CVT, kapasitor, reaktor.

Modul 9 · Binhar Proteksi

Monitoring Sistem DC

INTI

DC yang tidak termonitor pernah memadamkan 26 GI dengan beban 259,09 MW. Monitoring IoT sudah terpasang di 132 site UIP3B Sumatera (58,67%).

Rantai kegagalan

DC tidaktermonitor
→
Baterai / charger/ inverter gagal
→
Proteksi & kontrolmalfungsi

Yang dipantau transduser

  • Tegangan DC + / − dan input rectifier
  • Arus DC (sensor hall effect)
  • DC ground: PN, PG, NG
  • 8 digital input alarm, 3 input 4–20 mA

Fitur

  • Dashboard realtime
  • History & trending grafik
  • Notifikasi WhatsApp/Telegram periodik & saat anomali
  • MQTT, Modbus RTU/TCP ke SCADA

Dari kasus nyata

Contoh keberhasilan

TanggalGIKejadian
17 Mei 2024PekalonganDC ground di rectifier load 1 terdeteksi dari periodic report, dinormalkan
6 Feb 2024PekalonganDC ground di rectifier load 3, dinormalkan
11 Agu 2023SukamerinduSupply AC rectifier turun, DC pindah ke baterai, notifikasi ditindaklanjuti operator
Tidak disebutAnyerMCB AC input rectifier trip, dinormalkan lalu equalizing